Minggu, 30 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan X SPK : Materi 4

 Makana dan Aplikasi Janji Pelajar Muhammadiayh dalam kehidupan Sehari-hari


1.       Berjuang menegakkan ajaran agama Islam 

Pelajar Muhammadiyah sudah semestinya mengutamakan perintah agama Islam dalam setiap aktivitas-nya. Pelajar Muhammadiyah harus berperan serta dalam menyempurnakan akhlaq mulia dan penguatan ke-Islam-an, terutama dalam pengkajian Al-Qur’an di kalangan pelajar, diantaranya dengan gerakan membaca dan mengkaji Al-Qur’an.
2.       Hormat dan Patuh kepada orang tua dan guru 

Seorang pelajar Muhammadiyah harus siap sedia dan selalu menjaga tata karma dalam hubungan sosialisasi  dengan orang tua dan guru. Pelajar Muhammadiyah hendaknya menumbuhkan sikap khusnudzan dan tsiqah kepada orang tua dan guru atas perintah dan larangannya, selama tidak melanggar aturan dari Allah dan Rasul-Nya.
3.       Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

Seorang pelajar Muhammadiyah semestinya memiliki komitmen yang tinggi dalam menuntut ilmu. Karena menuntut ilmu adalah perintah agama. Karena dengan ilmu manusia dapat meraih dunia dan meraih akhirat. Kedalaman ilmu akan menghasilkan sikap kritis dan terbuka dengan akal sehat. Hal ini menjadi kesatuan antara ilmu , amal, dan iman.
4.       Bekerja keras, mandiri dan berprestasi

Pelajar Muhammadiyah harus memiliki semangat untuk meningkatkan kapasitasnya dengan bekerja keras dalam setiap hal. Bersungguh-sungguh. Berjihad. Sikap ini akan menghasilkan sikap mandiri, menjauhkan diri dari ketergantungan kepada makhluk. Dan pada akhirnya dengan berjihad, akan menghasilkan prestasi.
5.       Rela berkoban dan menolong sesama

Dalam setiap aktivitasnya seorang pelajar Muhammadiyah harus siap rela berkorban dan menolong makhluk Allah SWT. Pelajar Muhammadiyah semestinya jadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadi sebaik-baik manusia.
6.       Siap menjadi kader Muhammadiyah dan Bangsa Pelajar Muhammadiyah pada akhirnya diharapkan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Kemudian menjadi rakyat yang siap melakukan pembaharuan dan pembangunan masyarakat dan bangsa.

Rabu, 26 Agustus 2020

TUGAS

 Baca Materi Kemuhammadiyhan Kelas XI SPK

Pertemuan ke 1 ( tgl 13 April 2023 ).

Wajib mengisi Absensi/Presensi Kelas

Selanutnya tulis kembali materi tersebut di buku tulis Kemuhammadiyahan.

Nama

Kelas

No absen

Tanda tangan

Kemuhammadiyahan XI SPK : materi ke 5


Faktor-foktor internal yang mendorong Persyarikatan Muhammadiyah didirikan antara lain sebagai berikut:

1.    Umat Islam banyak yang terjangkit penyakit syirik, taklid, serta TBC (takhayul, bid’ah, churafat). Penyakit tersebut merusak akidah islam yang lurus.

Syirik : menduakan Allah Swt. Waktu itu, kesyirikan memiliki berbagai variasi. Mereka menyakini terdapat kekuatan pada benda-benda, seperti batu, pohon besar, lautan, dan sebagainya. Selain syirik, sebagian umat islam juga terjangkiti penyakit taklid buta. Taklid berarti mengikuti seseorang atau pendapatnya tanpa mengetahui dasar, sehingga dalam beribadah tidak mau mencari sumber aslinya, yakni al-Qur’an dan al-Hadits. Dampak dari taklid ini antara lain, banyak umat islam pada saat itu yang mengikuti, membuat, atau mengada-adakan amalan-amalan baru yang tidak ada perintahnya dalam al-Qur’an maupun contoh dari Rasulullah SAW. Amalan-amalan baru ini dikenal dengan istilah bid’ah.

Bid’ah adalah mengada-ada atau membuat amalan baru dalam hal ibadah mahdhah yang tidak ada contoh/dalil shahihnya. Selain syirik, taklid, dan bi’ah juga ditemukan dari sebagian umat islam pada saat itu yang menyakini takhayul dan churafat. Takhayul adalah mengaitkan kejadian yang dianggap aneh dengan sesuatu dan hal itu tidak ada dasarnya didalam ajaran islam. Karena hal ini umat islam di Indonesia banyak yang diliputi kebodohan dan kemiskinan, baik struktural maupun kultural. Churafat hampir sama  dengan takhayul, tetapi lebih dikaitkan dengan alam ghaib ataupun makhluk ghaib.

Timbulnya syirik, taklid, dan bid’ah, karena pada waktu itu masyarakat masih miskin. Mereka tidak bisa belajar di lembaga pendidikan formal. Selain itu, segala hasil pertanian yang dikerjakan masyarakat menjadi milik penjajah Belanda, dan mereka diberi upah (gaji) sangat sedikit karena bekerja sebagai buruh. Secara sederhana rakyat pribumi saat itu menjadi babu (pembantu atau pelayan) di negeri sendiri.

Selasa, 25 Agustus 2020

Kemuhamadiyahan XII SPK : Materi ke 7

 

1.   Khittah Ujung Pandang 1971 

 

a.    Muhammadiyah adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.

b.    Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham­madiyah.

c.  Untuk lebih memantapkan muhammadiyah sebagai gerakan da’wah islam setelah pemilu tahun 1971, muhammadiyah melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara konstruktif dan positif terhadap partai muslimin Indonesia.

d.  Untuk lebih meningkatkan partisipasi muhammadiyah dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

 

2.   Khittah Surabaya 1978 (penyempurnaan dari khittah ponorogo 1969)

 

a.            Muhammadiyah adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat, tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan dan tidak merupakan afiliasi dari sesuatu partai politik atau organisasi apapun.

 

b.  Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham­madiyah.

 

3.   Khittah Denpasar 2002

 

Dalam Posisi yang demikian maka sebagaimana khittah Denpasar, muhammadiyah dengan tetap berada dalam kerangka gerakan dakwah dan tajdid yang menjadi fokus dan orientasi utama gerakannya dapat mengembangkan fungsi kelompok kepentingan atau sebagai gerakan social civil-society dalam memainkan peran berbangsa dan bernegara.

Selasa, 18 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XII SPK : Materi 6 ( SOAL)

SOAL 

Ulangan Harian BAB I Khittah Perjuangan Muhammadiyah

1. Jelaskan Pengertian Khittah Perjuangan Muhamadiyah secara Bahasa dan Istilah !

2. Sebutkan Macam-macam Khittah Perjuangan Muhammadiyah !

3. Jelaskan Maksud Isi Khittah Perjuangan Muhamadiyah, dalam hal ini Khittah Langkah 12 yaitu :

    a. Memperdalam Masuknya Iman

    b. Memperluas Faham Agama


Rabu, 12 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XI SPK : Materi 4

 

A.   PERJUANGAN MUHAMMADIYAH PADA PERIODE AWAL

Dari waktu ke waktu, dinamika zaman terus mengalami perubahan. Perubahan kehidupan masyarakat antara lain dapat ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, politik, spiritual dan budaya. Terjadinya perubahan kehidupan masyarakat dalam aspek-aspek tersebut mendorong sebagian warga masyarakat, tidak terkecuali Muhammadiyah, untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dan responsif. Karena itu, Muhammadiyah selalu menjadi garda terdepan dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat.

            Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid tidak lahir tiba-tiba atau secara kebetulan. Tentu ada hal-hal penting dan mendasar yang melatarbelakangi K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M. Perlu kalian ketahui, bahwa pada saat itu indonesia belum merdeka karena dijajah oleh Belanda. Sebagai bangsa yang terjajah, pada saat itu umat islam menemui berbagai persoalan, baik yang timbul dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Persoalan internal merupakan masalah yang timbul dari dalam umat Islam Indonesia. Sedangkan, persoalan eksternal adalah masalah yang timbul dari luar umat Islam Indonesia. Persoalan internal dan eksternal adalah pengelompokan atas problematika umat yang mendorong Muhammadiyah didirikan.

Selasa, 11 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XII SPK : Materi 5

Kemuhammadiyahan XII SPK : Materi 5

1.   Khittah Palembang 1956-1959

 

a. Menjiwai pribadi anggota dan pimpinan Muhammadiyah dengan memperdalam dan mempertebal tauhid, menyempurnakan ibadah dengan khusyu’ dan tawadlu’, mempertinggi akhlak, memperluas ilmu pengetahuan, dan menggerakkan Muham-madiyah dengan penuh keyakinan dan rasa tanggung jawab.
b. Melaksanakan uswatun hasanah.

c. Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi.

d. Memperbanyak dan mempertinggi mutu anak.

e. Mempertinggi mutu anggota dan membentuk kader.

f. Memperoleh ukhuwah sesama muslim dengan mengadakan badan ishlah untuk menganti­sipasi bila terjadi keretakan dan perselisihan.

g. Menuntun penghidupan anggota.

 

2.   Khittah Ponorogo 1969 

 

Kelahiran Parmusi merupakan buah dari Khittah Ponorogo (1969). Dalam rumusan Khittah tahun 1969 ini disebutkan bahwadakwah Islam amar ma'ruf nahi munkardilakukan melalui dua saluran: politik kenegaraan dan kemasyarakatan. Muhammadiyah sendiri memposisikan diri sebagai gerakan Islam amar ma'ruf nahi munkardalam bidang kemasyarakatan. Sayangnya, partai parmusi ini gagal sehingga khittah ponorogo kemudian "dinasakh" meminjam istilah Haedar nashir lewat khittah ujung pandang. 

Kemuhammadiyahan kelasXI SPK

 Kamis,13 April 2023 BAB 5 Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah atau PHIWM   Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah...