Selasa, 16 Februari 2021

Kemuhammadiyahan XII SPK

 Rabu, 17 Februari 2021

E. Sikap Muhammadiyah terhadap Gerakan Islam Transnasional

 

Sikap Muhammadiyah terhadap gerakan Islam transnasional didasarkan pada seruan Alloh dan RasulNya. Landasan sikap Muhammadiyah didasarka pada al Qur’an  surat An Niisa ayat 59 dan 82, dan al Hadits riwayat Bukhari Muslim

Berikut surat an Nisa ayat 59 :

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu athii’ullaha wa athi’ur-rasula wa uulil amri minkum. Fa in tanaza’tum fii syai’in farudduuhu ilallahi war-rosuuli in-kuntum tu’minuuna billahi walyaumil aakhir. Dzaalika khairun wa ahsanu ta’wiilaa.

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasulullah (Muhammad) dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentan sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (hadisnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

Berikut poin-poin Sikap Muhammadiyah terhadap Islam Transnasional :

1. Bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam independen dan memiliki rumah sendiri yang tidak dapat dimasuki organisasi/gerakan lain siapapun gerakan/organisasi itu. 

2. Kelompok/gerakan Tarbiyah apalagi partai politik apapun adalah organisasi diluar Muhammadiyah. Karena itu jika masuk ke dalam tubuh Muhammadiyah dan menarik anggota atau menyebarkan faham gerakannya baik faham itu sama maupun beda, itu tidak etis, melanggar kepantasan serta tidak semestinya dilakukan. 

3. Menyamakan, menghimpitkan apalagi simpati dan mendukung penyebaran organisasi lain merupakan sikap dan tindakan yang tidak mencerminkan komitmen utama dalam bermuhammadiyah.

4. Berukhuwah, bertoleransi dan bekerja sama dengan sesama komponen umat Islam maupun masyarakat luas merupakan bagian dari sikap dasar dan keluasan gerak Muhammadiyah. Namun bukan berarti harus membiarkan faham/gerakan lain masuk ke dalam tubuh Persyarikatan. 

5. Membela ideologi dan kepentingan Muhammadiyah tidak identik dengan mengobarkan permusuhan, tidak toleran, tidak ukhuwah dan tidak bekerja sama dengan sesama umat maupun masyarakat luas. 

6. Muhammadiyah tentu memiliki kelemahan sebagaimana organisasi lain pun memiliki kekurangan. Namun hal itu tidak berarti organisasi atau paham lain boleh masuk dan kemudian menarik warga Muhammadiyah dengan memanfaatkan kelemahan itu. 

7. Menjaga rumah tangga Muhammadiya merupakan kewajiban bagi siapapun yang berada didalamnya termasuk dalam menegakkan sistem organisasi dengan seluruh pahamnya. 

8. Sebuah paham jangan hanya dilihat dari aspek manhaj atau normatifnya yang tekstual tetapi lihat juga gerakannya. 

9. Muhammadiyah bukanlah “tenda besar” yang boleh serba bebas dimasuki dan dirambah oleh siapapun untuk berekspansi didalamnya. 

10. Muhammadiyah senantiasa menghormati kelompok Islam, partai politik dan kelompok masyarakat apapun, karena itu pihak lain juga harus menghormati Muhammadiyah. 


Minggu, 14 Februari 2021

Kemuhammadiyahan X SPK

 SENIN, 15 Februari 2021

D. Muhammadiyah sebagai Gerakan Nasional

Posisi Muhammadiyah dalam dinamika permasalahan kehidupan nasional, global dan dunia Islam memegang peran penting dalam kemajuan bangsa. Hal ini dapat dilihat dari peran Muhammadiyah secara umum yaitu:

1)  Sebagai salah satu komponen bangsa, Muhammadiyah bertanggungjawab atas berbagai upaya untuk tercapainya cita-cita bangsa dan negara.

2)  Sebagai warga dunia, Muhammadiyah senantiasa bertanggungjawab atas terciptanya tatanan dunia yang adil, sejahtera dan berperadaban tinggi sesuai dengan misi membawa pesan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan, seperti peningkatan kesehatan dengan mendirikan rumah sakit Islam, dalam bentuk pendidikan Muhammadiyah juga mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga perguiruan tinggi. Muhammadiyah merupakan organisasi yang penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik kekuassaan kecuali lebih banyak memberikan pesan moral dan tidak akan pernah terlibat politik praktis.


Rabu, 10 Februari 2021

Kemuhammadiyahan XI SPK

 Kamis, 11 Februari 2021

Kemuhammamdiyahan

C. Sistematika Penjelasan MKCHM

Rumusan MKCHM terdiri dari lima angka (poin). Lima angka tersebut kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok persoalan.

 

Kelompok Pertama mengandung pokok-pokok persoalan yang bersifat idiologis. Kelompok ini terdiri dari 2 angka, yang berbunyi :

a.    Muhammadiyah adalah gerakan Islam Dakwah amar ma’ruf nahi munkar, berakidah Islam dan bersumber pada al qur’an dan as sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk mlaksanakan fungsi  dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Alloh di muka bumi.

b.    Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Alloh yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai Hidayah dan Rahmat Alloh kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spiritual, duniawi dan ukhrawi.

Kelompok kedua megandung persoalan mengenai paham agama (Islam) menurut Muhammadiyah. Kelompo ini terdiri dari angka dua dan empat, yang berbunyi :

a.    Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan ;

1.      Al Qur’an

2.      Sunnah Rasul, penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Al Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

b.    Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah duniawiyah :

Ø  tegaknya akidah islam yang murni, bersih, dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah, khurafat

Ø  tegaknya nilai-nilai akhlak mulia yang berpedoman pada al Qur’an dan Sunnah Rasul

Ø  tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasululloh SAW, tanpa perubahan dan tambahan  dari manusia

Ø  untuk terlaksananya mu’amalah duniawiyah (pengelolaaan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Alloh SWT.


Selasa, 09 Februari 2021

Kemuhammadiyahan XII SPK

 Rabu, 10 Februari 2021

Lanjutan ..Macam-macam Gerakan Islam Transnasional di Indonesia

3.  Jamaah Tabligh ( JT )

Jamaah Tabligh (JT) meruapak gerakan non politik yang didirikan Maulana Syaikh Muhammad Ilyas Khandalawi di India pada tahun 1920. Gerakan ini awalnya menyeru untuk menyelamatkan umat Islam di India dari kristenisasi yang beusaha dilakukan oleh Inggris yang saat itu menjajah India.

Latar belakang menculnya JT adalah kekhawatiran khandalawi terhadap keadaan umat muslim di India yang telah keluar dari ajaran Islam sesungguhnya.

JT berdakwah dengn cara damai dan memilih untuk tidak terjun ke politik untuk menghindari konfrontasi.

Metode dakwah Jamaah Tabligh adalah :

1.    Metode Khuruj = Keluar melakukan dakwah dengan peralatan hidup yang sangat sederhana.

2.    Metode jaulah = Dakwah yang dilakukan berkunjung ke rumah-rumah untuk memyebarkan ajaran agama Islam, mengajak ke masjid, emyambung silaturahmi.

Materi dakwah JT adalah Meniadakan Nahi Munkar, karena menurut mereka Umat Islam saat ini masih dalam kondisi pembentukan kehidupan yang Islami. Kemudian  materi JT adalah memandang TAKLID kepada imam madzhab adalah suatu keharusan

Para pengikut JT harus bai’at terhadap syaikh nya dan menghormatinya sebagaimana menghormati Rasululloh. Ajarannya mengarah kepada tasawuf, hidup sederhana, menolak menghadiri walimahan dan senang berdzikir di komplek makam. Anggota JT bervariatif ada dari kalangan seniman, profesional, dan dari unsur yang lain.

Pemikiran JT berbeda dengan Muhammadiyah, mereka menganjurkan mengikuti imam madzhab sedangkan Muhammadiyah netral terhadap madzhab, mereka (JT) mengajak berbai’at terhadap syaikhnya, sedangkan Muhammadiyah tidak membolehkan berbai’at. Muhammadiyah mengajarkan menghormati pimpinan sewajarnya saja.


Minggu, 07 Februari 2021

Kemuhammadiyahan X SPK

 Pertemuan ke 17

Senin, 8 Februari 2021

 C. Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid

Muhammadiyah dikenal luas sebagai gerakan tajdid. Tajdid bermakna pembaruan. Kata “tajdid” berasal dari bentukan kata jadda-yajiddu-jiddan/jiddatan artinya sesuatu yang ternama, yang besar, nasib baik dan baru. Tajdid dimaknai i’adat al-syaiy ka’l-mubtada (mengembalikan sesuatu pada tempatnya semula), al-ihya (menghidupkan sesuatu yang telah mati), dan al-islah (menjadikan baik, mengembangkan). Quraisy shihab (2005: 10) mengartikan tajdid sebagai pencerahan dan pembaruan.

Dalam perspektif Muhammadiyah, tajdid mempunyai 2 pengertian. Pertama tajdid berarti pemurnikan atau purifikasi, maksudnya menjaga agar tuntutan agama Islam tetap terjaga sebagaimana aslinya. Kedua tajdid berarti pengembangan atau inovasi atau pemodernan terhadap nilai-nilai agama Islam. Untuk merealisasikan, perlu adanya kerja keras yang dalam terminologi Muhammadiyah disebut ijtihad. Muhammadiyah membersihkan berbagai amalan umat yang menyimpang dari ajaran Islam seperti khurafat, syirik maupun bid’ah. Menurut Muhammadiyah, segala bentuk amalan ynag bernuansa sinkretisme maupun formalisme merupakan benalu yang dapat merusak aqidah dan ibadah seseorang.


Rabu, 03 Februari 2021

Kemuhammadiyahan XI SPK

 Kamis, 4 Februari 2021

lanjutan BAB 4

A.   Matan MKCH

“ Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah “

1.    Muhammadiyah adalah gerakaumin Islam Dakwah amar ma’ruf nahi munkar, berakidah Islam dan bersumber pada al qur’an dan as sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk mlaksanakan fungsi  dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Alloh di muka bumi.

2.    Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Alloh yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai Hidayah dan Rahmat Alloh kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spiritual, duniawi dan ukhrawi.

3.    Muhammmadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :

a.    Al Qur’an

b.    Sunnah Rasul, penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Al Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

4.    Muhammdaiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah. Muhammadiyah bekerja untuk :

Ø  tegaknya akidah islam yang murni, bersih, dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah, khurafat

Ø  tegaknya nilai-nilai akhlak mulia yang berpedoman pada al Qur’an dan Sunnah Rasul

Ø  tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasululloh SAW, tanpa perubahan dan tambahan  dari manusia

Ø  untuk terlaksananya mu’amalah duniawiyah (pengelolaaan dunia dan pembinaan masyarakat

5.    Muhammadiyah mengajak segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Alloh berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan UUD 45, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil, makmur dan diridloi Alloh SWT,:baldatun toyyibatun warobbun ghafuur.


Selasa, 02 Februari 2021

Kemuhammadiyahan XII SPK

 Rabu, 3 Fabruari 2021

Kemuhammadiyah XII ( Pertemuan 21)

2.       Hizbut Tahrir

 

Hizbut Tahrir Indonesia adalah cabang dari Hizbut Tahrir yang berpusat di Yordania. Hizbut Tahrir merupakan gerakan yang didirikan Taqiyyudin an nabhani, seorang aktivis, hakim sekaligus guru di al Quds Talqud Palestina tahun 1952. Gerakan Hizbut Tahrir menginginkan kembalinya masyarakat yang  Islami dan jauh dari pengaruh imperialis. Tujuan mereka adalah tegaknya kehidupan Islami dengan terlebih dahulu mendirikan negara Islam. Karena itu gerakan ini mengembangkan ajaran Pan Islamisme, yang artinya persatuan islam dengan cita-cita mendirikan Khilafah Islamiyah (Negara Islam) secara Internasional yang berkiblat di Yordania.

Secara bahasa, Hizbut Tahrir berarti partai pembebasan. Sedangkan secara istilah, Hizbut Tahrir meruapak sebuah partai politik yang menghendaki adanya kemerdekaan atau pembebasan masyarakat dari adanya dampak buruk yang disebabkan oleh nilai-nilai budaya Barat terahadap akhlak , budaya dan  moral masyarakat, khususnya umat muslim. Untuk melawan dominasi barat dan mewujudkan negara Islam secara Internasional maka Hizbut Tahrir mengembangkan jaringan ke banyak negara. Pelan tetapi pasti, Hisbut Tahrir telah tersebar ke seluruh negara Arab  di Timur Tengah, negara-negara di Eropa hingga wilayah Asia Tenggara.

Menurut Hizbut Tahrir, Amar Ma’ruf Nahi munkar adalah tugas negara, sehingga sudah wajib hukumnya untuk mendirikan Negara Islam, tidak terkecuali di Indonesia. Pemikiran HTI yang demikian itu tentu berbeda dengan Muhammadiyah. Sebab bagi Muhammadiyah, mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta Dasar dan Falsafah Negara yang sah adalah bagian dari sifat kepribadiannya. Selain itu tokoh-tokoh Muhammadiyah juga telah ikut berpartisipasi dalam merumuskan  Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Muhammadiyah telah ikut berkeringat dalam membidani kemerdekaan dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi Muhammadiyah, negara Pancasila adalah Darul Ahdi Wa Syahadah, sehingga tidak pantas jika ada pihak-pihak lain yang akan menggantinya menjadi negara Islam.


Kemuhammadiyahan kelasXI SPK

 Kamis,13 April 2023 BAB 5 Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah atau PHIWM   Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah...