Rabu, 12 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XI SPK : Materi 4

 

A.   PERJUANGAN MUHAMMADIYAH PADA PERIODE AWAL

Dari waktu ke waktu, dinamika zaman terus mengalami perubahan. Perubahan kehidupan masyarakat antara lain dapat ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, politik, spiritual dan budaya. Terjadinya perubahan kehidupan masyarakat dalam aspek-aspek tersebut mendorong sebagian warga masyarakat, tidak terkecuali Muhammadiyah, untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dan responsif. Karena itu, Muhammadiyah selalu menjadi garda terdepan dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat.

            Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid tidak lahir tiba-tiba atau secara kebetulan. Tentu ada hal-hal penting dan mendasar yang melatarbelakangi K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M. Perlu kalian ketahui, bahwa pada saat itu indonesia belum merdeka karena dijajah oleh Belanda. Sebagai bangsa yang terjajah, pada saat itu umat islam menemui berbagai persoalan, baik yang timbul dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Persoalan internal merupakan masalah yang timbul dari dalam umat Islam Indonesia. Sedangkan, persoalan eksternal adalah masalah yang timbul dari luar umat Islam Indonesia. Persoalan internal dan eksternal adalah pengelompokan atas problematika umat yang mendorong Muhammadiyah didirikan.

Selasa, 11 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XII SPK : Materi 5

Kemuhammadiyahan XII SPK : Materi 5

1.   Khittah Palembang 1956-1959

 

a. Menjiwai pribadi anggota dan pimpinan Muhammadiyah dengan memperdalam dan mempertebal tauhid, menyempurnakan ibadah dengan khusyu’ dan tawadlu’, mempertinggi akhlak, memperluas ilmu pengetahuan, dan menggerakkan Muham-madiyah dengan penuh keyakinan dan rasa tanggung jawab.
b. Melaksanakan uswatun hasanah.

c. Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi.

d. Memperbanyak dan mempertinggi mutu anak.

e. Mempertinggi mutu anggota dan membentuk kader.

f. Memperoleh ukhuwah sesama muslim dengan mengadakan badan ishlah untuk menganti­sipasi bila terjadi keretakan dan perselisihan.

g. Menuntun penghidupan anggota.

 

2.   Khittah Ponorogo 1969 

 

Kelahiran Parmusi merupakan buah dari Khittah Ponorogo (1969). Dalam rumusan Khittah tahun 1969 ini disebutkan bahwadakwah Islam amar ma'ruf nahi munkardilakukan melalui dua saluran: politik kenegaraan dan kemasyarakatan. Muhammadiyah sendiri memposisikan diri sebagai gerakan Islam amar ma'ruf nahi munkardalam bidang kemasyarakatan. Sayangnya, partai parmusi ini gagal sehingga khittah ponorogo kemudian "dinasakh" meminjam istilah Haedar nashir lewat khittah ujung pandang. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan X SPK : Materi 3

 

C. Janji Pelajar Muhammadiyah

 

Ada 6 janji pelajar Muhammadiyah yang harus dijunjung dan diamalkan. Adapun isi janji pelajar Muhammadiyah sebagai berikut:

 

Asyhadu An Laa Ilaaha illallaahu Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasuulullaahu

Kami Pelajar Muhammadiyah berjanji:

 

1.      Menegakkan dan Menjunjung Tinggi Perintah Agama Islam.

2.      Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru.

3.      Bersih Lahir, Batin dan Teguh Hati.

4.      Rajin Belajar dan Giat Bekerja serta Beramal.

5.      Berguna Bagi Masyarakat dan Negara.

6.      Sanggup Melangsungkan Amal Usaha Muhammadiyah.

 

 

Maksud dan Tujuan Pendidikan Kemuhammadiyahan

Maksud:
Memberi pengetahuan kepada siswa sekolah Muhammadiyah tentang organisasi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan gerakan dakwah AMNM sesuai dengan Qur’an dan Sunnah.

Tujuan:

·         Membentuk manusia muslim berakhlak mulia, cakap, percaya diri, berguna bagi masyarakat bangsa dan negara.

·         Menumbuhkan motivasi dalam diri siswa untuk menjadi kader Muhammadiyah.

 

Ruang Lingkup Pendidikan Kemuhammadiyahan

1.   Sejarah, Kepribadian, Keyakinan dan Cita2 Hidup

2.   Organisasi

3.   Amal Usaha

4.   Peranan

5.   Praktek Berorganisasi

Rabu, 05 Agustus 2020

Kemuhammadiyahan XI SPK : Materi 3

B. Muhammadiyah Periode Sebelum Kemerdekaan (Masa Penjajahan Jepang) Tahun 1942 - 1945

 

Jepang memberi ruang gerak yang sempit terhadap Muhammadiyah. Ki Bagus Hadikusumo mampu mempertahankan misi pergerakan Muhammadiyah. Periodenya tahun 1942 – 1953, kondisi politik masih masa transisi Belanda ke Jepang.

 

Tahun 1944 Muhammadiyah mengadakan Muktamar  darurat di Yogyakarta. Di masa pendudukan Jepang yang Fasis, Ki Bagus Hadikusumo selain memimpin Muhammadiyah juga digunakan untuk memikirkan nasib bangsa.

 

Beliau dengan gigih menentang instruksi “Sei Kerei” dari Jepang. Sei Kerei adalah membungkukkan badan ke arah timur (Negeri Jepang) menghormati Dewa Matahari, sebagai “Dewa penitis para Kaisar Jepang”. Upacara ini wajib dilakukan para siswa setiap pagi.

 

Selaku Ketua PP Muhammadiyah, terpanggil menyelamatkan generasi Muslim Indonesia dari syirik itu.


Selasa, 04 Agustus 2020

Materi 4 : Khittah Perjuangan Muhammadiyah

Pertemuan 4 ( tanggal 5 Agustus 2020 )

 

i.                  Mengadakan Konperensi Bagian.

 

Untuk mengadakan garis yang tentu dalam langkah-langkah bagian kita, maka hendaklah kita berikhtiar mengadakan Konperensi bagian, umpama: Konperensi Bagian: Penyiaran Agama seluruh Indonesia dan lain-lain sebagainya.

 

j. Mempermusyawaratkan Putusan.

 

Agar dapat keringanan dan dipermudahkan pekerjaan, maka hendaklah setiap ada keputusan yang mengenai kepala Majlis (Bagian), dimusyawarahkanlah dengan yang bersangkutan itu lebih dahulu, sehingga dapatlah mentanfidzkan dengan cara menghasilkannya dengan segera.

 

k. Mengawaskan Gerakan Jalan.

 

Pemandangan kita hendaklah kita tajamkan akan mengawasi gerak kita yang ada di dalam Muhammadiyah, yang sudah lalu, yang masih langsung dan yang bertambah (yang akan datang/berkembang).

 

l. Mempersambungkan Gerakan Luar.

 

Kira berdaya-upaya akan memperhubungkan diri kepada iuran (ekstern), lain-lain persyarikatan dan pergerakan di Indonesia, dengan dasar Silaturahim, tolong-menolong dalam segala kebaikan, yang tidak mengubah asasnya masing-masing, terutama perhubungan kepada persyarikatan dan pemimpin Islam. 


Minggu, 02 Agustus 2020

TUGAS

BACALAH MATERI PERTEMUAN KE 8 ( KLS XII SPK )

 SELANJUTNYA SALIN MATERI TERSEBUT KE DALAM BUKU KEMUHAMMADIYAHAN 

TULIS TANGGAL PERTEMUAN DAN TANDA TANGAN KAMU

Kemuhammadiyahan X SPK

3. Ruang Lingkup Pendidikan Kemuhammadiyahan

 

Ruang lingkup dari pendidikan Kemuhammadiyahan adalah segala hal yang berhubungan dengan persyarikatan Muhammadiyah. Di dalamnya memuat segala aspek tentang seluk beluk Muhammadiyah, yaitu aspek sejarah berdirinya, organisasi, perjuangan, amal usaha dan tokoh pemimpinnya. Semua dipelajari secara bulat, menyeluruh dan integral tentang Muhammadiyah. 

 

Ada tiga metode pendekatan yang digunakan untuk mempelajari Muhammadiyah dalam pendidikan Kemuhammadiyahan, yaitu:

 

a. Pendekatan Historis

Aspek pertama yang digunakan dalam mempelajari Muhammadiyah melalui pendekatan historis/sejarah. Pendekatan ini berarti mempelajari latar belakang berdirinya, sejarah perkembangannya, berbagai amal usahanya dan hasil-hasil yang telah dicapai dan sekaligus mempelajari cirri-ciri khas yang melekat pada jati diri Muhammadiyah. Ciri tersebut yang membedakan dengan gerakan-gerakan lainnya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia maupun yang ada di alam Islami (Dunia Islam).

 

b. Pendekatan Ideologis

Aspek kedua adalah melalui pendekatan ideologis/dari segi keyakinan dan cita-citanya. Pendekatan ini yang paling penting sebab melalui keyakinan akan dikenal hakikat jati diri Muhammadiyah yang sebenar-benarnya. Dapat dikenal juga isi dan jiwa Muhamadiyah yang sesungguhnya, dikenal watak dan kepribadiannya. Dikenal dorongan-dorongan yang menggerakkan seluruh aktiivitas Muhammadiyah, dikenal juga apa yang menjadi pandangan/keyakinan hidupnya serta cita-cita perjuangannya.

 

Dalam pendekatan ini ada 3 materi yang harus dikaji dan dibahas secara mendalam, yaitu Kepribadian Muhammadiyah, Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah.

 

c. Pendekatan Struktural

Maksudnya adalah pendelatan dari segi susunan organisasinya. Mempelajari organisasi Muhammadiyah untuk mengetahui bagaimana Muhammadiyah melancarkan amal usahanya dengan system organisasi.

 

Bagaimana Muhammadiyah menyusun tenaga manusia yang ada di dalamnya mengatur tugas, cara-cara pengerahan dan pengarahan aktivitasnya. Jalinan hubungan dan usaha pengerahan serta fasilitas yang semuanya diatur secara rapi dan tertib sehingga gerakannya lincah, dinamis dan luwes. Sekaligus dengan pendekatan ini pula akan dikenal Khittah Perjuangan Muhammadiyah atau strategi dasar perjuangan Muhammadiyah.


Kemuhammadiyahan kelasXI SPK

 Kamis,13 April 2023 BAB 5 Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah atau PHIWM   Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah...